Humor Umum · Humor Wartawan

Wartawan dan Pria Asing di Toilet

Lelah melakukan perjalanan dengan mobil di jalan tol, wartawan ini berhenti di satu rest area. Ia pun mampir di toilet.

Belum lama duduk di toilet, tiba-tiba dari toilet sebelah seorang pria menyapa.

Pria: Apa kabar?

Si wartawan merasa aneh, meski tidak kenal, orang asing mau menyapanya. Tapi, ia pun meladeni kebaikan si orang asing itu.

Wartawan: Baik.

Tak lama, pria asing itu pun menyapa lagi: Apa yang kamu kerjakan sekarang?

Si wartawan semakin merasa aneh. Tak dijawab tak enak. Ia pun kembali menjawab sambil mikir-mikir, jangan-jangan kenal orang itu.

Wartawan: Mungkin sama dengan kamu. Sibuk jalan-jalan saja…..

Pria asing itu pun kembali menyapa, dengan nada agak tinggi: Bisa kita ketemu, sambil ngopi?

SI wartawan merasa sebal juga akhirnya. Orang asing yang sok akrab. Ia pun mencoba menolak tawaran itu dengan halus: Mohon maaf, belakangan ini saya sibuk sekali, sampai bulan depan.

Tak ada suara. Yang terdengar suara air toilet di-flush.

Tak lama kemudian pria asing di toilet sebelah berbicara lagi: Oke. Aku akan telpon kamu kembali. Ada idiot gila di toilet sebelah yang terus jawab semua pertanyaan saya ke kamu…..

Humor Umum · Humor Wartawan

Wartawan dan Hotel Pemandangan Gunung

Seorang wartawan ingin berlibur di lereng Gunung Agung, memesan hotel murah yang punya balkon langsung menghadap pemandangan gunung. Hampir semua hotel di sana mahal.

Satu teman menganjurkan sebuah hotel murah yang menawarkan pemandangan gunung. Begitu berlibur, si wartawan sambil marah-marah menelepon sang teman.

Teman: Kenapa marah, Bos?

Wartawan: Murah sih murah nih hotel, Bro! Tapi gue ketipu.

Teman: Kenapa? Ada masalah?

Wartawan: Bener sih, begitu gue ke balkon, pemandangannya langsung Gunung Agung.

Teman; Terus, masalahnya di mana?

Wartawan: Nah itu dia. Pemandangan yang gue liat cuma lukisan Gunung Agung di tembok!

Humor Suami-Istri · Humor Umum · Humor Wartawan

Survei: Enak di Zaman Orde Baru

Satu media nasional mengadakan survei kepuasan hidup para warga senior (di atas 45 tahun) beberapa waktu lalu. Hasilnya, cukup mengagetkan: 90 persen pria yang disurvei mengaku merasa lebih enak dan puas hidup di zaman Orde Baru (Soeharto) dibandingkan saat ini.

Penasaran, satu wartawan pun melakukan wawancara ulang kepada sejumlah pria yang disurvei untuk mengetahui alasan di balik hasil survei itu.

Wartawan: Anda katakan di zaman Orde Baru hidup lebih enak?

Pria    : Sangat tepat.

Wartawan: Mengapa?

pria    : Di zaman itu, istri kami masih muda-muda……..