10 Kota Termahal Dunia di 2011

Luanda (Angola) tetap terpikih sebagai kota paling mahal di dunia pada 2011 oleh lembaga Mercer. Sebelumnya, lembaga ECA Internasional menobatkan Luanda di posisi teratas kota paling mahal di dunia, melewati Tokyo, Jepang.

Tiga benua mendominasi ranking 10 kota termahal dunia, yang diperkirakan masih akan berlanjut pada 2012. Ketiga benua itu adalah Asia, Afrika, dan Eropa.

Yang menarik, London jatuh dari posisi 10 besar di 2010 ke posisi ke-18. Singapura dan Sao Paolo menyodok di 10 besar. Di posisi ketiga ada kota N’Djamena di Chad. Asia Tenggara hanya diwakili Singapura, sementara Jakarta masih jauh tertinggal di urutan bawah.

Jepang dan Swiss menempatkan dua kota di posisi 10 besar. Jepang ada Osaka, dan Swiss punya Zurich dan Jenewa. Memang, tinggal di beberapa kota ini terasa mahal biaya hidup.

Survei dilakukan di 214 kota di lima benua dengan melibatkan 100 lebih negara. Subjek survei adalah para ekspatriat yang bekerja dan mendapat penghasilan di kota-kota yang disurvei itu.

Sejumlah indikator menjadi poin penting penentu ranking kota-kota termahal di dunia ini. Pertama, terkait dengan fluktuasi mata uang dolar AS. Para ekspatriat ini bergaji dolar AS dan sangat tergantung tingkat mapan, mewah, dan enaknya hidup terhadap pergerakan dolar AS itu sendiri terhadap mata uang lokal.

Rumusnya simpel: semakin dolar AS menguat, maka semakin lebih murah kota tempat tinggal para ekspatriat itu. Sebaliknya, semakin dolar AS melemah, semakin mahal biaya hidup para ekspatriat itu.

Ada 200 item yang dimasukkan menyangkut biaya hidup di kota-kota yang diteliti. Tentu, yang paling mahal adalah properti, baik rumah maupun apartemen. Lainnya, transportasi, makan, gaya hidup, kehidupan malam, wisata, dan lain-lainnya.

London, Paris, Milan, dan Barcelona menjadi contoh paling bagus melemahnya posisi mereka sebagai kota paling mahal di dunia. Ini terjadi karena mata uang poundsterling (London) dan euro dalam beberapa tahun ini terus melemah terhadap dolar AS. Dampaknya, biaya hidup ekspatriat menjadi murah. Biaya rumah yang tadinya mahal (jika dikurskan 1.000 dolar AS per bulan, menjadi hanya 700 dolar AS), kini menjadi murah.

Di Luanda, mata uang lokal terus menguat terhadap dolar AS. Begitu juga di Jepang. DI Singapura, dengan ekonomi yang stabil, dolar Singapura kini menjadi raja yang sulit tergoyahkan. Bahkan dengan mata uang rupiah.

Faktor lain (kedua), menyangkut masalah kenaikan harga barang-barang dan jasa, atau dalam bahasa ekonomi disebut inflasi.

Survei seperti ini menjadi sangat penting bagi perusahaan-perusahaan yang memiliki kantor cabang di banyak negara. Dengan begitu, mereka bisa menentukan besaran gaji yang diberikan kepada karyawan dan profesionalnya. Tentu, manager cabang perusahaan A di Tokyo digaji lebih tinggi dibandingkan manajer yang ada di Jakarta.

Tabel Kota Termahal di Dunia 2011

1. Luanda             Angola
2. Tokyo               Jepang
3. Ndjamena       Chad
4. Moskow           Rusia
5. Jenewa           Swiss
6. Osaka             Jepang
7. Zurich              Swiss
8. Singapura      Singapura
9. Hong Kong     Hong Kong
10. Sao Paulo    Brasil

5 thoughts on “10 Kota Termahal Dunia di 2011

  1. mau tanya apa saja ukuran menjadi kota termahal termasuk persyaratan utamanya ataupun masalah demografinya?
    mengapa luanda bisa menjadi kota termahal padahal ekonomi makro negara ini tergolong berkembang.

    1. Mercer dan ECA International menggunakan indikator penghasilan para ekspatriat (orang-orang asing yang bekerja di satu kota tertentu) dikatiakn dengan fluktuasi mata uang dolar AS. Jika di Tokyo, maka indikator yang digunakan pergerakan antara yen jepang dan dolar AS. Ekspatriat ini merasa mahal biaya hidupnya (makan, perumahan, hiburan, transportasi, fashion, jalan-jalan, dll–ada 200 item) ketika mata uang dolar AS melemah. Artinya, dia harus membayar lebih biaya hidupnya dari seperti biasanya. Jika satu dolar AS biasanya 100 yen Jepang, maka ketika dolar menguat menjadi 1 dolar AS = 120 yen, terjadi kenaikan biaya hidup di tokyo. Rumah yang tadinya 1000 dolar per bulan atau 100 ribu yen, dengan penguatan itu berubah menjadi 120 ribu. Begitu juga untuk biaya makan. Faktor lain terkait kenaikan harga barang-barang dan jasa di satu kota, atau disebut juga inflasi. Inflasi tinggi menjadikan biaya hidup mahal. Demikian jawaban saya. Semoga berkenan. Salam kenal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s