Inilah Anfield, Kebanggaan Liverpool!

Mendarat di Bandara Internasional John Lennon, Liverpool, bagi sebagian orang, termasuk saya, memiliki arti tersendiri. Wajah sumringah membayangkan the Beatles, Liverpool, Albert Dock, dan Stadion Anfield begitu kuat.

Liverpool memang menyimpan kesan tersendiri, pesona kuat untuk kita kunjungi jika pas kebetulan melakukan perjalanan ke Inggris.

Anfield dari atas (thisisanfield.com)

Di dalam taksi dari bandara menuju hotel, kita dihibur sopir yang ramah dan penuh informasi, dan alunan lagu-lagu the Beatles. Lagu ‘Twist and Shout’ langsung menyahut begitu saya masuk taksi Morris bergaya tua bermesin modern ini.

Sopir taksi bertanya kepada kita, apakah suka lagu-lagu the Beatles? Dia juga bercerita bahwa separo lebih warga Liverpool hapal banyak lagu-lagu Jonh Lennon dan Paul McCartney cs itu. ”Lagu favorit saya, The Long And Winding Road,” kata sopir berusia sekitar 50 tahun itu.

Boleh saja dia suka lagu itu, tetapi jalan di Liverpool jelas tidak panjang dan berliku. Hanya turun naik di beberapa wilayah, yang cukup menguras tenaga buat pejalan kaki tentunya.

Begitupun saat kita menuju Stadion Anfield, markas Liverpool, klub paling ditakuti di Eropa di era 1980-1990-an. Jalan mulus dan lancar. Tak ada yang berliku.

Letak stadion hanya sekitar 5-6 km dari pusat kota. Semua jenis transportasi ada, menuju stadion yang dibangun pada era 1800-an itu. Tiketnya pun tidak mahal, antara 1-3 poundsterling. Jika memilih taksi, tentu mahal, di atas 6 poundsterling.

Buat pelajar/mahasiswa/anak-anak dan orang tua, tiket masuk untuk tur keliling stadion 9 poundsterling, tetapi untuk umum 15 poundsterling. Tur ini diadakan di luar jadwal pertandingan.

Di gerbang masuk stadion, patung legenda Liverpool Bill Shankly, berdiri tegak. Senyum para petugas stadion mengambang, menyambut semua pengunjung, baik yang hanya ingin mampir di toko suvenir ataupun di Boot Room Cafe, menikmati makan siang atau makan malam.

Untuk mendaftar tur stadion berkapasitas 45 ribu penonton itu, Anda harus memesan jauh-jauh hari via online. Maklum, banyak orang ingin tur ke Anfield, apalagi di akhir pekan. Jadi, daripada kehabisan tiket, lebih baik memesan lebih panjang.

Ruang ganti pemain menjadi tempat pertama tujuan tur yang diantar dan dijelaskan langsung oleh anak-anak muda fans Liverpool. Berbeda dengan beberapa stadion seperti Old Trafford, Etihad Stadium milik Manchester City yang memperkerjakan non-fans sebagai tour guide, di Liverpool semuanya fans.

Di sini kita bisa melihat lemari ganti masing-masing pemain. Kursi yang biasa diduduki Kenny Dalglish, legenda hidup the Reds. Kaos semua pemain dipajang di depan lemari/boks yang di dalamnya menyimpan segala barang pemain.

Anda tidak perlu khawatir memahami penjelasan tour guide, karena dia menggunakan bahasa Inggris yang baik dan benar. Liverpool dikenal sebagai kota di mana anak-anak mudanya hobi berbahasa Inggris gaul, yang bagi kalangan mereka sendiri sulit dimengerti. Apalagi kita yang bukan Inggris.

Terowongan pemain menjadi tujuan berikutnya. Di sini, pemain suka saling ejek atau berbicara, termasuk dengan pemain musuh. Di sini pula sumpah serapah kekesalan sering terlontar.

Puncak tur, kita masuk ke lapangan dan kursi stadion. Kita memang dilarang menginjak rumput stadion, tetapi bisa berfoto-foto, duduk di pitch para pemain, dan tempat-tempat ekslusif yang jika kita menonton satu pertandingan, tiketnya sangat mahal.

Tulisan ‘This is Anfiled’ terlihat jelas. Juga, ‘You’ll Never Walk Alone’, yang menjadi moto khas klub Inggris tengah itu.

Liverpool resmi memakai Stadion Anfield pada 1892, di mana sebelumnya Everton menjadikannya sebagai markas mereka. Everton, musuh bebuyutan Liverpool hingga kini, kemudian pindah ke Goodison Park, tak jauh dari Anfield.

Anfield sendiri terletak di Distrik Anfield, dan stadion itu persis di pinggir Jalan Anfield. Sekitar stadion, beridri rumah-rumah warga, restoran, kafe-kafe, dan toko-toko. Jika ada pertandingan, akan ada banyak warung kecil yang tertata rapi.

Satu jam tur berjalan, tujuan akhir adalah museum. Di sini segala tropi, legenda pemain, dan sejarah Liverpool dan sepak bola Inggris terungkap. Anda boleh berlama-lama di sini, sambil kemudian menikmati makanan di Boot Room Cafe.

Seperti kata sang guide, ”You’ll never walk alone di Anfield….”

One thought on “Inilah Anfield, Kebanggaan Liverpool!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s