Sarah Outen, Keliling Dunia dengan Sepeda dan Kayak

Sarah Outen, wanita Inggris, telah memulai perjalanan keliling dunia dari London ke London sejak April 2011 lalu. Ia kini sudah sampai Jepang setelah melalui perjalanan panjang menyusuri Eropa, negara-negara pecahan Uni Soviet, Cina, dan Jepang.

Sarah menyebut tema ekspedisi keliling dunianya ini: ‘London to London: Via the World’.

Dalam penuturannya kepada CNN Travel, Sarah mengaku menggunakan tiga alat dalam proyek besarnya itu: sepeda, kayak, dan kapal layar. Ia baru menempuh delapan bulan perjalanan dengan jarak 11 ribu mil. Sarah menargetkan travel keliling dunianya itu sekitar 2,5 tahun.

Fase jelajah berikutnya, Sarah mengatakan akan melakukan penyeberangan sendiri di Luat Pacifik Utara. Pantai timur Jepang menjadi tempat berlayar Sarah menuju Amerika Utara dan Kanada.

Ia memperkirakan akan sampai di sana enam bulan kemudian, atau sekitar Juni 2012. Dari sana, ia kembali ke garis finisnya di London.

”Saya melakukan ini karena tantangan dan saya ingin punya perspektif melakukan perjalanan sambil santai melihat-lihat pemandangan dan agar lebih dekat dengan alam,” demikian tulis Sarah di CNN.

Sarah di Rusia 9foto-foto courtesy CNN dan Sarahouten.comSarah ingin menghabiskan waktu lebih banyak ‘bermain’ di laut dan bergaul dengan masyarakat dan bagian hijau hijau. Ia mengaku bahagia masih bisa berhubungan via satelit dengan teman-temannya sepanjang perjalanan ini.

”Ini sangat membahagiakan,” kata Sarah.

Tantangan terberat dari perjalanan ini, tutur Sarah, tentu biaya dan emosi. Namun, yang paling berat adalah ketika ia menembus dari ujung Rusia hingga ke Pulau Honshu di Jepang selama lima pekan.

Sarah bercerita, ia begitu sangat lelah dan berada di bawah tekanan tinggi oleh sejumlah masalah besar seperti visa yang sudah tidak berlaku, dan peralatan yang rusak. Bahasa juga jadi masalah.

Cerita manis yang ia dapatkan dari perjalanan itu adalah ketika bertemu Gao, seorang pria muda Cina yang bergabung dengannya bersepeda melintasi Cina setelah bertemu di sebuah pom bensin.

Sarah di gurun pasir Kazakstan

Menurut Sarah, Gao tidak pernah bersepeda lebih dari 10 km dan bahkan tidak pernah memiliki sepeda. 35 hari setelah pertemuan di pom bensin itu, Sarah menuturkan, Gao dan dirinya bersepeda ke Beijing menembus padang pasir, pegunungan, dan menjumpai beragam jalan dengan beragam karakter yang sulit dan terjal.

”Kami berdua bersepeda sampai 4.000 km! Sangat menyenangkan!” kata Sarah.

Pengalaman paling menakutkan dalam perjalanan ini saat Sarah hampir digigit ular di Kazakstan. Tentu, truk dan lalu lintas juga jadi masalah.

Sarah menuliskan ketika berjalan di semak-semak tiba-tiba seekor ular melompat siap menyerang. Sarah berlari. Memang, kata dia, sangat banyak ular di Kazakstan.

Tidak mudah memang untuk melakukan perjalanan seperti ini. Pada satu saat, Sarah mengayuh kayaknya. Pada saat lain dia harus mengatur perahu layarnya. Dan pada sisi lain, ia pun harus menyayuh sepedanya ribuan kilometer.

Sarah Outen lahir pada 26 Mei 1985, seorang penjelajah asal Inggris, yang menobatkan dirinya sebagai wanita termuda yang menjelajah dunia, menempuh Laut India, sendirian.

Berapa biaya perjalanan ini? Diperkirakan lebih dari 100 ribu poundsterling (sekitar Rp 1,4 miliar). Sarah mendapat sponsor dan sumbangan amal dari beberapa lembaga. Ia juga memiliki sejumlah tabungan. Yang terpenting, sepanjang perjalanan, banyak yang memberikan pertolongan kepadanya.

Anda bisa mengikuti kiprah perjalanan keliling dunia Sarah di http://www.sarahouten.com.

One thought on “Sarah Outen, Keliling Dunia dengan Sepeda dan Kayak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s