13 Hal tak Menyenangkan Saat Traveling

1. Pemeriksaan di Bandara
Ini salah satu proses paling menyebalkan sampai-sampai kita harus buka ikat pinggang, buka sepatu, buka surat keterangan sehat, rontgen, buka kaos kaki, hingga menyalakan laptop. Selalu ada pemilihan secara acak dalam pemeriksaan yang ketat ini.

Kadang, petugas imigrasi bertanya tentang hal-hal tidak penting yang sebetulnya sama sekali tak berhubungan dengan tujuan perjalanan kita.

2. Macet Menuju Bandara
Buat bandara di sejumlah kota besar ini menjadi problem seperti di London, Istanbul, Jakarta, maupun Tokyo. Meskipun sistem transportasi sudah modern dan bagus, namun seringkali kemacetan tetap tak terhindarkan, terutama jika kita menumpang mobil.

Jakarta termasuk salah satu kota paling buruk untuk sarana transportasi ke Bandara. Bahkan dengan Kuala Lumpur dan Bangkok saja, Jakarta tertinggal sangat jauh.

3. Parkir di Bandara
Tidak mudah mendapat tempat parkir di Bandara khususnya yang super sibuk. Selain sulit mendapat parkir, biaya parkir pun bisa selangit, khususnya di negara-negara maju.

Di Bandara Internasional Newcastle, Inggris, misalnya, cuma 10 menit parkir bisa kena 10 poundsterling. Untuk ukuran orang lokal saja, harga itu dinilai sangat mahal.

4. Penerbangan Ditunda
Ini sesuatu yang bikin tegang, apalagi jika dalam perjalanan itu kita harus menyambung pesawat lain. Yanga ada, proses transit di bandara menjadi sangat awut-awutan dan berlari menjadi teman paling baik untuk mengejar pesawat lainnya.

Di Eropa dan benua yang memiliki empat musim, penundaan penerbangan sangat sering terjadi di saat musim dingin. Penundaan juga terjadi untuk kereta dan kapal laut.

Salju tebal dan jarak pandang pendek menjadi alasan otoritas penerbangan melakukan penundaan.

5. Padatnya Ruang Tunggu
Di musim liburan, bandara atau stasiun biasanya penuh sesak. Seringkali kita tidak mendapat tempat duduk saat menunggu boarding.

6. Cuaca
Salah perhitungan terhadap cuaca kadang menyebalkan. Matahari yang seharusnya bersinar, tiba-tiba ditutup awan sehingga sepanjang hari hujan.

Jangankan untuk foto, untuk jalan saja sulit. Apalagi jika hujan itu disertai angin yang dinginnya menusuk tulang.

7. Kehabisan Hotel Murah
Ini problem tak enak bagi backpacker atau traveler yang menghitung budget serendah mungkin. Saat musim liburan atau pada event-event khusus, hotel-hotel murah sudah dibooking sejak jauh-jauh hari.

Perencanaan matang perjalanan menjadi sangat penting di sini. Solusi atas masalah ini bisa dengan mencari teman atau kenalan yang tinggal di kota tujuan kita. Ini jauh lebih murah.

8. Suara Dengkur di Pesawat
Untuk perjalanan jauh hingga belasan jam di pesawat, tidur menjadi teman paling asyik. Masalahnya, sering ada orang-orang yang tidur sambil mendengkur keras. Jelas, ini mengganggu istirahat kita.

9. Kehilangan Barang
Hal paling menyebalkan adalah kehilangan barang-barang berharga milik kita seperti kamera, uang, dompet, dan apalagi paspor.

Melapor ke polisi pun tidak banyak menolong, bahkan di negara-negara besar sekalipun. Mereka hanya bisa janji mengusahakan tapi realisasinya tidak ada.

10. Makanan tidak Cocok
Tidak sedikit traveler yang rada susah mencicipi masakan lokal. Ada yang mencari-cari resto Indonesia atau masakan Cina bahkan di Eropa sekalipun.

Tidak semua pejalan suka masakan Barat jika kita pergi ke Eropa atau Amerika. Tidak juga mereka menyukai masakan Arab yang banyak tersebar.

Bagi umat Islam, makanan lebih ketat lagi. Jika Anda naik British Airways, misalnya, saat pagi kita disajikan English Breakfast yang ada sosis babi.

Namun, di banyak kota besar, menemukan makanan halal sangat mudah. Di kota kecil, masih sulit. Amannya, makan fish and chips atau makanan yang suitable for vegetarian.

11. Kesulitan Bahasa

Tidak semua tujuan wisata didukung orang-orang yang cukup fasih berbahasa Inggris. Ada beberapa tempat di mana kemampuan warga lokal berbahasa Inggris cukup bikin pusing.

12. Penunjuk Arah yang Buruk

Kita kadang tersesat bukan karena salah baca peta, tetapi karena memang tanda penunjuk arah tidak tersedia secara lengkap.

13. Bertemu Anak-Anak Rese

Tidak semua jalanan di kota-kota besar di dunia aman buat traveler, bahkan di New York, London, Manchester, Edinburgh Amsterdam, dan lain-lainnya.

Selalu ada sekelompok anak muda dan remaja yang tidak suka dengan kehadiran turis.Di Vienna, di pusat kotanya di mana banyak turis datang, ada grafiti bertuliskan ‘Tourists are Terrorists’.

Di beberapa kota di Inggris, genk anak muda tidak segan-segan memukul turis yang datang. Apalagi jika turis itu berwarna coklat.

Anda mungkin punya pengalaman tidak menyenangkan. Silakan tambahkan…..

2 thoughts on “13 Hal tak Menyenangkan Saat Traveling

  1. Om, di Nottingham gak ada yang rese ya, he he he. Paling ada cuma yang mabuk.
    Ceritain juga tentang National Express funfare dan Megabus dong, biar seru nya nambah

  2. Gitu ya…. Soalnya ada Sherwood ya ama Robin Hood….. Siiipp… nanti aku inget2 perjalanan dengan National Express dan Megabus, terutama saat ke Manchester dan backpacking ke Skotlandia…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s