Pria Tua, Pohon Tomat, dan Anaknya di Penjara

Pria tua ini ingin menanam tomat di taman, tapi ia sudah tak bertenaga mencangkul di tanah tamannya yang keras itu. Satu-satunya anak dia, Vic, yang biasa bantu mencangkul, kini mendekam di penjara.

Si pria tua itu pun menulis surat ke anaknya:

Dear Vic,
Ayah merasa begitu sedih karena tidak dapat menanam pohon tomat di taman kita tahun ini. Ayah sudah tua ternyata. Ayah tahu jika ada kamu di sini, kamu akan dengan senang hati mencangkul buat ayah, seperti hari-hari dulu.

Love,
Ayah

Beberapa hari kemudian, pria tua itu menerima surat balasan dari sang anak:

Dear Ayah,
Jangan pernah mencangkul taman kita. Ingat ayah, di taman itu kita kubur mayatnya.

Love,
Vic

Besoknya, puluhan polisi dan satu ambulans tiba di rumah si pria tua dan para polisi mencangkul semua area di taman itu. Mereka tidak mendapat apa-apa. Tak ada mayat seperti yang disebut si anak.

Kepala Polisi meminta maaf kepada si pria tua dan meninggalkan rumah itu.

Hari berikutnya, pria tua itu menerima surat dari sang anak:

Dear Ayah,
Sekarang, sudah bisa menanam tomat tanpa mencangkul lagi. Hanya itu cara terbaik yang bisa saya lakukan dengan kondisi saat ini.

Love,
Vic

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s