Menjelajah Jungfraujoch, Puncak Tertinggi Alpen

Puncak Jungfraujoch (Foto-foto Elba Damhuri)

Melakukan perjalanan ke Swiss belum pas rasanya jika tidak mengunjungi satu tempat indah di Pegunungan Alpen bernama Jungfraujoch. Terletak di ketinggian 3.454 meter dari permukaan laut (mdpl), Jungfraujoch merupakan cekungan dataran salju abadi Alpen yang diapit dua puncak gunung, yakni puncak Jungfrau dengan tinggi 4.158 mdpl dan Moench (4.170 mdpl).

Ini bisa menjadi pilihan wisata bagi mereka yang menyukai perpaduan wisata es, salju, angin, dan wisata belanja. Para pelancong dapat menikmati seni pahat yang ada di Istana Es sambil merasakan betapa dinginnya berada di dalam sana. Ada patung rumah eskimo dan pinguin dan lorong untuk berjalan yang semuanya dalam bentuk es.

Puncak Jungfraujoch dari kejauhan (Foto Elba Damhuri)

Keluar dari Istana Es, para turis pun berjalan ke atas menuju cekungan Jungfrau yang dapat melihat dari dekat pemandangan deretan pegunungan Alpen. Puncak Eiger dengan ketinggian 3.970 mdpl yang berada di sisi timur puncak Moench juga tampak jelas dari Jungfraujoch. Sejauh mata memandang, deretan salju menutupi pegunungan yang sangat terkenal di dunia itu.

Salju itu ada yang membentuk lingkaran sendiri dan ada pula yang bersambung satu sama lain sehingga menutupi seluruh pegunungan. Tampak juga aliran-aliran air yang tidak terlalu lebar meluncur menuruni pegunungan menuju danau dan sungai yang ada di lereng pegunungan itu. Aliran itu berasal dari salju yang mencair.

Kereta Menuju Jungfraujoch (Foto Elba Damhuri)
Stasiun Kereta Menuju Jungfraujoch (Foto Elba Damhuri)

Jika cuaca cerah, sebagian kota di dekat wilayah itu akan terlihat jelas termasuk birunya danau-danau yang membelah Swiss. Terkadang, ada pesawat kecil melintas di atas puncak itu yang terlihat dengan sangat jelas oleh para pengunjung di sana.

Pada bulan April dan Mei Jungfraujoch dipenuhi ratusan orang yang bermain ski dan snowboarding. Di luar itu, cekungan salju di sana dianggap tidak bagus untuk aktivitas kedua olah raga tersebut. ‘’Pada April Mei, kondisi salju tidak berbahaya untuk bermain ski atau snowboarding,’’ kata seorang petugas informasi.

Hembusan angin yang terkadang kencang seolah ikut membuat suasana yang begitu dingin bertambah hangat. Para pelancong pun begitu takjub melihat pemandangan yang mungkin jarang mereka lihat, atau tidak pernah mereka alami sebelumnya. Terkadang beberapa wisatawan terpeleset karena ada bagian es yang dipijak memang tidak cukup kuat.

Selain berkibar bendera Swiss, di top of Europe itu juga berdiri tiga bangunan megah, yakni bagunan untuk pusat makanan dan belanja, bangunan observasi cuaca Sphinx, dan stasiun penelitian yang terletak lebih di bawah di antara dua bangunan yang lain. Bangunan yang menyatu dengan alam itu juga dilengkapi dengan stasiun kereta api dala gunung yang membawa para turis naik dan turun.

Setelah puas menikmati dan menginjak salju abadi di cekungan Jungfrau yang artinya ‘perempuan muda’, para pelancong bisa menikmati kelezatan makanan di sejumlah restoran yang ada di sana. Menyantap makanan dan minuman hangat sambil menatap hamparan putih salju abadi Alpen menjadi ritual lain para turis yang datang.

Jarak antara pegunungan salju dan restoran-restoran itu hanya dibatasi kaca putih yang memungkinkan setiap pengunjung menyaksikan pemandangan di luar. Salah satu menu yang disuka turis adalah ayam goreng dan kentang yang dilengkapi dengan sejumlah sayuran seharga 19 swissfranc atau sekitar Rp 150 ribuan. Harga sebesar itu memang mahal untuk ukuran daratan, tetapi tidak untuk ukuran puncak gunung salju.

Toko Suvenir di Jungfraujoch (Foto Elba Damhuri)

Jangan langsung pulang setelah makan. Para turis bisa singgah di toko suvenir yang menyediakan beragam barang kenang-kenangan yang sebagian tidak bisa dibeli di tempat lain. Kalaupun ada, seperti kartu pos bergambar Jungfraujoch, harganya akan lebih mahal.

Pengunjung pun bisa mengirim surat dari kartu pos yang dibeli langsung dari puncak pegunungan itu ke berbagai tempat di dunia. Pengelola menyediakan kotak surat yang isinya diambil setiap hari pada jam-jam tertentu untuk kemudian dikirim ke alamat yang tertera di kartu pos itu. Untuk pengiriman ke Indonesia, harga perangkonya hanya 2 swissfranc atau sekitar Rp 16 ribu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s