Resep Sukses Dahlan Iskan

Sebuah kebetulan bisa pergi bersama raja media di Tanah Air, mantan bos PT PLN, dan kini Menteri BUMN, Dahlan Iskan, meninjau pembangkit listrik dan sowan ke Gontor, beberapa waktu lalu. Apalagi, sambutan hangat KH Abdullah Syukri Zarkasih begitu menyejukkan hati, plus nasihat-nasihatnya tentang kehidupan.

Saat itu jelang buka puasa bersama. Di hadapan ribuan santri Gontor dan ribuan masyarakat sekitar Gontor, Dahlan bercerita tentang rahasia suksesnya. Sebelum diminta Presiden SBY menjadi Menteri BUMN dan Dirut PLN, Dahlan memimpin puluhan BUMD Jawa Timur dan sejumlah perusahaan nonmedia miliknya.

”Ada dua modal besar yang harus kita punya agar menjadi sukses,” kata Dahlan, yang disimak seluruh peserta secara khusyu.

Pertama, dia melanjutkan, kerja keras. ”Tanpa kerja keras, kita tidak mungkin mendapat apa yang kita inginkan. Kerja keras dan tidak pernah putus asa.”

Kedua, Dahlan mengatakan kita harus fokus pada apa yang sedang kita kerjakan. Kerja keras tanpa dibarengi sikap fokus tersebut, sama saja bohong.

”Fokus memaksa kita untuk terus mencari celah jalan keluar terhadap banyak masalah. Fokus membuat kita merumuskan strategi untuk memajukan apa yang kita kerjakan. Dengan fokus, kita bisa membuat gebrakan-gebrakan dan inovasi. Dan dengan fokus ini, kita akan merasa selalu tertantang untuk memberikan yang terbaik di bidang kita.”

Dahlan menyebut, sejak resmi menjadi Dirut PLN, dia sudah tidak memikirkan Jawa Pos lagi. ”Saya fokus di PLN. Saya kerja keras untuk PLN dan masalah listrik. Urusan Jawa Pos, saya serahkan sama tim saa dan anak saya.”

Apa indikasi bahwa kita sudah fokus dan kerja keras?

”Simpel saja,” kata Dahlan mantap.

Satu ciri orang yang bekerja keras dan fokus, ia menjawab bahkan dalam tidurnya, dia bermimpi soal pekerjaannya. ”Ngigaunya juga menyebut-nyebut pekerjaannya,” kata Dahlan, yang disambut tawa dan tepuk tangan seluruh santri dan masyarakat. KH Zarkasih juga ikut tertawa dan bertepuk tangan.

Dahlan bercerita, ada pemuda yang curhat kepadanya gara-gara pekerjaannya tidak beres-beres. Dahlan bertanya, ”Sampean kalo mimpi, isinya apa? Soal pekerjaan sampean?”

”Bukan!” jawab pemuda itu.

Dahlan menasihati, kalau mau sukses ya mimpinya harus pekerjaan dia. ”Jangan ngigaunya malah minta istri kedua…..”

Lagi-lagi para hadirin tertawa mendengar celoteh Dahlan yang fasih berbahasa Cina dan Inggris itu.

Saat makan malam di sebuah restoran di Ponorogo, Dahlan bercerita soal arti penting ”jangan menyerah”.

(Saya waktu itu tiba-tiba teringat lagunya d’Masiv yang sempat dinyanyikan Ryan cs secara akapela dan sangat indah di lantai IV kantor Republika).

”Kita harus pantang menyerah,” tutur Dahlan. ”Kita gak boleh lembek dan sebentar-sebentar mengeluh.”

Dengan pantang menyerah, Dahlan percaya, jalan keluar selalu terbuka. Dia mencontohkan, ketika PLN tak dapat pasokan gas, dia beserta jajaran PLN tidak pernah mengeluh. Mereka malah mencari jalan keluar yang ternyata begitu strategis.

Begitulah pesan seorang Dahlan Iskan yang sederhana, selalu bersepatu ket, kemeja dan celana katun yang harganya tidak lebih dari Rp 200 ribu, dengan HP Nokia lama nan kucel, dan hobi makan di warung-warung pinggir jalan –padahal penghasilan dan asetnya, luar biasa besarnya.

10 thoughts on “Resep Sukses Dahlan Iskan

  1. Panjang umur, Sehat selalu serta sukses dalam senantiasa menyertai beliau untuk setiap rencana & aktivitas membuat kualitas kehidupan bangsa indoneia lebih baik di masa-masa yang akan datang… Amin

  2. Semoga ada yg baca usul ini:
    Saya setuju kalau P.Dahlan jadi Future presiden RI, tapi jangan sekarang…… sebaiknya setelah sukses membenahi kembali pondasi dan bangunan semua BUMN beliau diberi pos sbg menteri PU untuk membenahi Infrastruktur secara comprehensive… baru setelah itu jadi presiden…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s